Watek Jawa

Wong Jawa iku nduwé watek utawa karakter sing sumberé saka kahanan “slamet”, dadi kabèh sing dilakoni kudu nglairak kahanan sing sarwa slamet. Kahanan iki mung bisa digayuh yèn kabèh pasangan (urip mati, lanang wadon, awan bengi lan liya-liyané) bisa harmonis. Kanggo njaga kahanan bèn tetep harmonis, wong Jawa kudu bisa ngoncati masalah sing bisa ngganggu kaharmonisan lan uga kudu isa isa ngatasi masalah kanggo mbalèkaké kaharmonisan sing wis keganggu. Tujuan pungkasan urip harmonis iku kanggo nggayuh cita-cita utama wong Jawa yaiku manunggaling kawula lan Gusti. Tujuan iki bisa digayuh yèn wong Jawa bisa dadi menungsa sing utuh utawa dadi Aji saka liwat ajaran Kalimasada.

Miturut Serat Wulangrèh[1], hubungan sosial isih ngugemi sipat tradhisional kanthi urutan miturut umur, pangkat, bandha, lan awu ’tali kekerabatan’. Konflik tinarbuka sak bisa-bisané diendhani. Donya lair kang ideal yakuwi donya kang saimbang lan selaras, kaya déné kasaimbangan lan keselarasan lahir lan batin. Urip ora bakal nandang cacat yèn batiné tetep waspada. Kawaspadan batin kang terus terusan iku bakal nyegah tingkah laku, wicara lan celathu sing kurang patut. Ngurangi mangan lan turu iku minangka latihan kang utama kanggo ngéntukaké kawaspadan batin. Saliyané kawaspadan batin uga diendhani watak sing ora becik, yaiku watak adigang, adigung lan adiguna. Suwaliké kudu miara watak “ rèh “, sabar lan “ ririh “ , ora kesusu lan ati-ati. Kelakuan kang nguntungaké awaké dhéwé lan ngrugèkaké liyan kudu diéndhani, ngapusi (dora), nyengit lan sawenang-wenang kudu diadohi. Yèn batinné wis waspada, tingkah lakuné kudu sopan, tingkah laku sopan yakuwi tingkah laku kang :

  1. Deduga, “ ditimbang kanthi premana sadurungé nglangkah”
  2. Prayoga, “ ditimbang apik alané “
  3. Watara, “ dipikir matengsakdurungé mènèhi putusan “
  4. Reringa, “ sakdurungé yakin tenan tumrap keputusané iku “
Posted in budaya | Leave a comment

Watak Budaya Sunda

Sunda berasal dari kata Su = Bagus/ Baik, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/ watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah dijalankan sejak jaman Salaka Nagara sampai ke Pakuan Pajajaran, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun.

Sunda merupakan kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa namun dengan berjalannya waktu telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara. Bahkan menurut Stephen Openheimer dalam bukunya berjudul Sundaland, Tatar Sunda/ Paparan Sunda (Sundaland) merupakan pusat peradaban di dunia. Sejak dari awal hingga kini, budaya Sunda terbentuk sebagai satu budaya luhur di Indonesia. Namun, modernisasi dan masuknya budaya luar lambat laun mengikis keluhuran budaya Sunda, yang membentuk etos dan watak manusia Sunda.

Makna kata Sunda sangat luhur, yakni cahaya, cemerlang, putih, atau bersih. Makna kata Sunda itu tidak hanya ditampilkan dalam penampilan, tapi juga didalami dalam hati. Karena itu, orang Sunda yang ‘nyunda’ perlu memiliki hati yang luhur pula. Itulah yang perlu dipahami bila mencintai, sekaligus bangga terhadap budaya Sunda yang dimilikinya.

Setiap bangsa memiliki etos, kultur, dan budaya yang berbeda. Namun tidaklah heran jika ada bangsa yang berhasrat menanamkan etos budayanya kepada bangsa lain. Karena beranggapan, bahwa etos dan kultur budaya memiliki kelebihan. Kecenderungan ini terlihat pada etos dan kultur budaya bangsa kita, karena dalam beberapa dekade telah terimbas oleh budaya bangsa lain. Arus modernisasi menggempur budaya nasional yang menjadi jati diri bangsa. Budaya nasional kini terlihat sangat kuno, bahkan ada generasi muda yang malu mempelajarinya. Kemampuan menguasai kesenian tradisional dianggap tak bermanfaat. Rasa bangsa kian terkikis, karena budaya bangsa lain lebih terlihat menyilaukan. Kondisi memprihatinkan ini juga terjadi pada budaya Sunda, sehingga orang Sunda kehilangan jati dirinya.

Untuk menghadapi keterpurukan kebudayaan Sunda, ada baiknya kita melangkah ke belakang dulu. Mempelajari, dan mengumpulkan pasir mutiara yang berserakan selama ini. Banyak petuah bijak dan khazanah ucapan nenek moyang jadi berkarat, akibat tidak pernah tersentuh pemiliknya. Hal ini disebabkan keengganan untuk mempelajari dengan seksama, bahkan mereka beranggapan ketinggalan zaman. Bila dipelajari, sebenarnya pancaran etika moral Sunda memiliki khazanah hikmah yang luar biasa. Hal itu terproyeksikan lewat tradisinya. Karena itu, marilah kita kenali kembali, dan menguak beberapa butir peninggalan nenek moyang Sunda yang hampir.

Ada beberapa etos atau watak dalam budaya Sunda tentang satu jalan menuju keutamaan hidup. Selain itu, etos dan watak Sunda juga dapat menjadi bekal keselamatan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Etos dan watak Sunda itu ada lima, yakni cageur, bageur, bener, singer, dan pinter yang sudah lahir sekitar jaman Salakanagara dan Tarumanagara. Ada bentuk lain ucapan sesepuh Sunda yang lahir pada abad tersebut. Lima kata itu diyakini mampu menghadapi keterpurukan akibat penjajahan pada zaman itu. Coba kita resapi pelita kehidupan lewat lima kata itu. Semua ini sebagai dasar utama urang Sunda yang hidupnya harus ‘nyunda’, termasuk para pemimpin bangsa.

Cara meresapinya dengan memahami artinya. Cageur, yakni harus sehat jasmani dan rohani, sehat berpikir, sehat berpendapat, sehat lahir dan batin, sehat moral, sehat berbuat dan bertindak, sehat berprasangka atau menjauhkan sifat suudzonisme. Bageur yaitu baik hati, sayang kepada sesama, banyak memberi pendapat dan kaidah moril terpuji ataupun materi, tidak pelit, tidak emosional, baik hati, penolong dan ikhlas menjalankan serta mengamalkan, bukan hanya dibaca atau diucapkan saja. Bener yaitu tidak bohong, tidak asal-asalan dalam mengerjakan tugas pekerjaan, amanah, lurus menjalankan agama, benar dalam memimpin, berdagang, tidak memalsu atau mengurangi timbangan, dan tidak merusak alam. Singer, yaitu penuh mawas diri bukan was-was, mengerti pada setiap tugas, mendahulukan orang lain sebelum pribadi, pandai menghargai pendapat yang lain, penuh kasih sayang, tidak cepat marah jika dikritik tetapi diresapi makna esensinya. Pinter, yaitu pandai ilmu dunia dan akhirat, mengerti ilmu agama sampai ke dasarnya, luas jangkauan ilmu dunia dan akhirat walau berbeda keyakinan, pandai menyesuaikan diri dengan sesama, pandai mengemukakan dan membereskan masalah pelik dengan bijaksana, dan tidak merasa pintar sendiri sambil menyudutkan orang lain.

Posted in budaya | Leave a comment

Keunikan Ondel-ondel Betawi

Masyarakat Betawi sudah hampir kehilangan seni budayanya. Salah satunya adalah Topeng Betawi atau yang dikenal dengan adegan lenong. Untuk itu perlu Anda cermati bagaimana perkembangan sejarah terbentuknya kesenian ini.

Kesenian rakyat topeng Betawi mengawinkan budaya Melayu, Sunda, dan China. Salah satu tokoh yang terkenal sejak 1970-an adalah Bokir dengan grupnya yang sering pentas, Setia Warga. Pertunjukan itu biasanya diawali dengan tarian Kembang Topeng yang menampilkan banyak penari perempuan.

Sekarang, tarian itu diganti dengan Ronggeng Topeng. Ada interaksi antara penari dan penonton. Selain lewat komentar usil atau celetukan, juga lewat saweran atau memberi uang tips kepada para penari perempuan oleh penonton lelaki.

Ondel-ondel juga nyaris hilang. Padahal inilah kesenian rakyat Betawi yang paling populer dari waktu ke waktu. Bahkan ondel-ondel dianggap sebagai maskot yang menandai kebudayaan Betawi masih ada dan mampu bergaya.

Ondel-ondel berbentuk dua patung besar berongga menyerupai sosok lelaki dan perempuan. Patung diusung orang pada bagian dalamnya dan digerak-gerakkan seperti manusia. Ondel-ondel diilhami barong landung dalam budaya Hindu Bali yang menggambarkan pengantin Raja Bali dan Putri China. Kepopuleran ondel-ondel juga disulut pula oleh lagu Benyamin Suaeb, Yuk kite nonton ondel ondel. Yuuuk!.

Posted in budaya | Leave a comment

Turnamen Bulutangkis Tytyan Indah Cup V

Guna menggairahkan olahraga di masyarakat, khususnya bulutangkis dalam peningkatan prestasi serta mencari bibit unggul, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kab Bekasi, akan menggelar kejuaraan bulutangkis Bupati Cup Open V 2011.
Rencana tersebut diungkapkan Ketua panitia kejuaraan bulutangkis  Tytyan Indah Cup, Ahmad sodikin di ruang kerjanya.
Dikatakan, kegiatan ini tindaklanjut kegiatan sebelumnya yang sudah teragenda, dengan tujuan pembinaan prestasi dan mencari bibit unggul, apalagi sekarang telah terbentuk lembaga tersendiri yang membidangi olahraga. Dia berharap bisa sukses dengan dukungan semua pihak termasuk para sponsor.
Lebih lanjut A Sodikin menjelaskan, pertandingan dibagi kelompok tunggal putra-putri kelompok umur 9 tahun (kelahiran tahun 2000 dan atau sesudahnya), tunggal putra-putri kelompok umur 11 tahun (kelahiran tahun 1998 dan atau sesudahnya), tunggal putra-putri pemula kelompok umur 13 tahun (kelahiran tahun 1996 dan atau sesudahnya).
Tunggal putra-putri remaja, kelompok umur 15 tahun (kelahiran tahun 1994 dan atau sesudahnya), tunggal putra taruna kelompok umur 18 tahun (kelahiran tahun 1991 dan atau sesudahnya), tunggal putra dewasa usia bebas, ganda putra remaja, ganda putra taruna, ganda veteran usia minimal 45 tahun dan beregu putra (3 ganda).
Sementara tokoh masyarakat Tytyan indah, Hermansyah mengatakan, pihaknya menyambut gembira rencana Pemkab Bekasi, karena olahraga bulutangkis adalah olahraga yang paling digemari masyarakat khususnya yang tinggal di perumahan, bahkan menurutnya saking hobi bulutangkis banyak lapangan bulutangkis di tingkat RT. Dia berharap Kabupaten Bekasi yang telah membentuk dinas olahraga, agar terus melakukan pembinaan olahraga secara umum, dimulai dari usia sekolah dasar

Posted in olahraga | Leave a comment

Spanduk Revolusi PSSI Tutup Kantor PSSI

Ribuan suporter dari berbagai elemen melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Senayan,. Mereka menuntut agar Nurdin Halid mengundurkan sebagai ketua PSSI dan tidak mencalonkan lagi dibursa calon ketua PSSI.

Setelah berhasil menggembok pintu kantor PSSI, suporter sepak bola melanjutkan aksinya dengan membentang spanduk raksasa berukuran 10 x 5 meter tepat di depan kantor PSSI. Spanduk berwarga hitam tersebut bertuliskan “Revolusi PSSI Harga Mati” sampai menutupi pintu masuk PSSI.

Aksi ini dilakukan empat orang perwakilan The Jak Mania dengan menaiki atap gedung Gelora Bung Karno. Pemasangan spanduk ini dibarengi dengan tabur bunga mawar merah putih di atas keranda mayat di depan pagar kantor organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia. Aksi tabur bunga ini sebagai bentuk simbol kematian Nurdin Halid.

“Aksi ini sudah sesuai rencana. Kami sudah mempersiapkannya,” kata Richard Ahmad,
Sekretaris Umum The Jakmania, di depan kantor PSSI.

Suporter mengaku langkah menggembok pintu kantor PSSI kemudian memasang spanduk raksasa di kantor PSSI ini sebagai simbol bahwa suporter telah bersatu dan menguasai kantor PSSI.

“Selanjutnya kita tunggu perkembangan selanjutnya,” kata Novita Eli Efroza, koordinator suporter Singamania – salah satu suporter yang menggembok pintu PSSI. Selain menggembok, suporter memasang poster bertuliskan Gedung “Rezim Mafia Bola – Judi – Korupssi  disegel oleh masyarakat Sepak bola Indonesia. Di bawahnya ditulis, Revolusi Merah Putih 23 Februari 2011.

Sebelumnya Kepala Kepolisian Resort Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hamidin, mengatakan tidak akan membiarkan suporter melakukan aksi penyegelan kantor PSSI. “Kami tidak akan membiarkan mereka melakukan itu,” kata Hamidin.

Anggota polisi yang bertugas mengamankan aksi ini berasal dari Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya. “Ada sebanyak 560 anggota yang bertugas di sini, anggota cadangan di kantor,” katanya.

Priyanto Jasmomo, koordinator suporter dari Bojonegoro, mengatakan bahwa setelah sukses menggembok kantor PSSI, suporter Boromania akan kembali ke Bojonegoro malam ini menggunakan sepuluh bis. “Kami akan tetap berkoordinasi terus dengan suporter yang ada di Jakarta. Apabila Senin nanti segel dibuka, kami akan datang lagi,” kata Priyanto.

Suporter menegaskan bahwa aksi yang semakin besar ini membuktikan bahwa aksi Revolusi PSSI ini tidak main-main.

Posted in olahraga | Leave a comment

PSSI Malah Menantang Balik Pemerintah

Komite Pemilihan PSSI tidak mau ambil pusing dengan teguran Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Ketua Komite Pemilihan PSSI, Syarif Bastaman, malah menantang pemerintah dan KONI/KOI.
“Kalau pemerintah keberatan, pemerintah saja yang banding. Begitu juga KONI/KOI, silakan saja mengajukan banding karena kami memang selama ini tidak memperhatikan peraturan KONI/KOI,” kata Syarif saat dihubungi wartawan,
Andi mengingatkan pada PSSI tentang adanya ketentuan Pasal 62 ART KOI. Isi pasal itu menyebutkan bahwa AD/ART setiap anggota KOI harus memuat ketentuan yang menyatakan setiap anggota pengurus induk organisasi harus memenuhi persyaratan: “… (2) tidak pernah tersangkut perkara pidana dan/atau dijatuhi hukuman penjara”.

Apabila aturan itu digunakan dalam menentukan keputusan, tentulah Nurdin Halid tidak bisa lolos verifikasi karena ia cacat hukum dan pernah menjadi narapidana. Tiga bakal calon lain, tidak pernah merasakan penjara, yaitu Arifin Panigoro, George Toisutta, Nirwan Dermawan Bakrie.

“Kita mendasarkan pada statuta PSSI, di mana sesuai pasal 35 ayat 4 syarat Komite Eksekutif adalah tidak sedang dinyatakan bersalah karena tindakan kriminal. Nurdin Halid memenuhi kriteria tersebut karena hak-haknya sudah pulih untuk kembali mencalonkan diri,” kata Syarif.

Mengenai pencoretan Arifin dan Toisutta karena terganjal poin keaktifan lima tahun di sepak bola, Syarif menilai pemilihan seorang ketua umum PSSI itu tidak boleh sembarangan. “Saya juga aktif di sepak bola, tetapi saya tidak aktif sebagai pengurus PSSI. Ini Kongres PSSI jadi yang berhak dicalonkan adalah anggota PSSI,” kata Syarif.

Posted in olahraga | Leave a comment

Waspadai Alkhohol dalam Obat Batuk

Batuk merupakan salah satu penyakit yang cukup sering dialami banyak kalangan. Sehingga batuk diidentikan sebagai reaksi fisiologik yang normal. Batuk terjadi jika saluran pernafasan kemasukan benda-benda asing atau karena produksi lendir yang berlebih. Benda asing yang sering masuk ke dalam saluran pernafasan adalah debu. Gejala sakit tertentu seperti asma dan alergi merupakan salah satu sebab kenapa batuk terjadi.

Haruskah Alkohol dikonsumsi Anak Anda?

Obat batuk yang beredar di pasaran saat ini cukup beraneka ragam. Baik obat batuk berbahan kimia hingga obat batuk berbahan alami atau herbal. Jenisnya pun bermacam-macam mulai dari sirup, tablet, kapsul hingga serbuk (jamu). Terdapat persamaan pada semua jenis obat batuk tersebut, yaitu sama-sama mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai pereda batuk. Akan tetapi terdapat pula perbedaan, yaitu pada penggunaan bahan campuran/penolong. Salah satu zat yang sering terdapat dalam obat batuk jenis sirup adalah alkohol.

Temuan di lapangan diketahui bahwa sebagian besar obat batuk sirup mengandung kadar alkohol. Sebagian besar produsen obat batuk baik dari dalam negeri maupun luar negeri menggunakan bahan ini dalam produknya. Beberapa produk memiliki kandungan alkohol lebih dari 1 persen dalam setiap volume kemasannya, seperti Woods, Vicks Formula 44, OBH Combi, Benadryl, Alphadryl Expectorant, Alerin, Caladryl, Eksedryl, Inadryl hingga Bisolvon.

Penggunaan alkohol dalam obat batuk merupakan polemik tersendiri, terutama di kalangan umat Islam. Bolehkah alkohol digunakan dalam obat batuk? Apakah sama statusnya dengan alkohol pada minuman keras? Sebenarnya apa sih fungsi alkohol ini?

Menurut pendapat salah seorang pakar farmasi Drs Chilwan Pandji Apt Msc, fungsi alkohol itu sendiri adalah untuk melarutkan atau mencampur zat-zat aktif, selain sebagai pengawet agar obat lebih tahan lama. Dosen Teknologi Industri Pertanian IPB itu menambahkan, Berdasarkan penelitian di laboratorium diketahui bahwa alkohol dalam obat batuk tidak memiliki efektivitas terhadap proses penyembuhan batuk, sehingga dapat dikatakan bahwa alkohol tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan frekuensi batuk yang kita alami.

Sedangkan salah seorang praktisi kedokteran, dr Dewi mengatakan, Efek ketenangan akan dirasakan dari alkohol yang terdapat dalam obat batuk, yang secara tidak langsung akan menurunkan tingkat frekuensi batuknya. Akan tetapi bila dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan ketergantungan pada obat tersebut. Berdasarkan informasi tersebut sebenarnya alkohol bukan satu-satunya bahan yang harus ada dalam obat batuk. Ia hanya sebagai penolong untuk ekstraksi atau pelarut saja.

Sebenarnya pada kondisi darurat, obat yang mengandung bahan haram atau najis bisa digunakan. Definisi darurat dalam pandangan fiqih adalah bilamana nyawa seseorang sudah terancam dan pada kondisi tersebut tidak ada alternatif lain yang bisa menyembuhkannya. Pandangan darurat terhadap penggunaan alkohol dalam bahan obat-obatan saat ini merupakan hal yang cukup penting. Terutama dikaitkan dengan status halal dan haramnya. Berdasarkan hasil rapat komisi fatwa pada bulan Agustus 2000 disebutkan bahwa semua jenis minuman keras haram hukumnya, segala sesuatu yang mengandung alkohol itu dilarang karena haram dan minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol minimal 1 persen, termasuk dalam obat-obatan, tak terkecuali obat batuk.

Penggunaan alkohol berlebih akan menimbulkan efek samping. Chilwan Pandji mengatakan, konsumsi alkohol berlebih akan menimbulkan efek fisiologis bagi kesehatan tubuh, yaitu mematikan sel-sel baru yang terbentuk dalam tubuh. Selain itu juga efek sirosis dalam hati, dimana jika dalam tubuh manusia terdapat virus maka virus tersebut akan bereaksi dan menimbulkan penyakit hati (kuning). Selain haram, penggunaan alkohol dalam obat akan lebih banyak menimbulkan mudharat daripada manfaatnya. Chilwan Pandji menambahkan bahwa pada saat ini telah ditemukan berbagai macam obat alternatif yang memiliki fungsi sama dengan obat batuk yang mengandung alkohol tersebut.

Bahan obat batuk ini biasanya berasal dari tumbuhan atau sering disebut obat herbal, dimana diketahui tidak membutuhkan alkohol dalam pelarutan zat-zat aktif, tetapi dapat menggunakan air sebagai bahan pelarut. Obat batuk herbal yang berasal dari bahan alami ini pada dasarnya tidak berbahaya, dan dari segi kehalalannya sudah lebih dapat dibuktikan. Dengan banyaknya alternatif obat batuk non alkohol itu maka aspek darurat sudah tidak bisa digunakan lagi. Oleh karena itu sebaiknya kita cari obat batuk non alkohol dan mulai meninggalkan yang beralkohol. Dengan demikian obat yang kita konsumsi terbebas dari bahan haram dan najis.

Posted in sosial | Leave a comment

Pesantren dan Pendidikan Moral Bangsa [Opini]

Pesantren dan Pendidikan Moral Bangsa

ADA beberapa indikator yang digunakan untuk melihat kualitas moral kehidupan suatu bangsa. Menurut Thomas Lickona (1992) terdapat sepuluh tanda dari perilaku manusia yang menunjukkan arah kehancuran suatu bangsa.
Pertama, meningkatnya kekerasan di kalangan remaja. Kedua, ketidakjujuran yang membudaya. Ketiga, semakin tingginya rasa tidak hormat kepada orang tua, guru, dan figur pemimpin. Keempat, pengaruh per group terhadap tindakan kekerasan. Kelima, meningkatnya kecurigaan dan kebencian.
Keenam, penggunaan bahasa yang memburuk. Ketujuh, penurunan etos kerja. Kedelapan, menurunnya rasa tanggungjawab individu dan warga negara. Kesembilan, meningginya perilaku merusak diri. Dan Kesepuluh, semakin kaburnya pedoman moral.
Dekadensi moral di era globalisasi dewasa ini, bila melihat apa yang disampaikan oleh Thomas Lickona tentang ciri penurunan moral, sangat mengkhawatirkan. Maka itu, agar masyarakat dapat terjaga dari serangan budaya yang tidak sesuai dengan norma agama dan moral bangsa, posisi pendidikan agama dan moral menjadi semakin penting.
Para tokoh agama pun sangat mendorong peningkatan pendidikan moral dan etika bagi masyarakat. Hal ini merespons beredarnya rekaman video mesum artis yang mirip Ariel, vokalis Peterpan dan artis Cut Tari serta Luna Maya akhir-akhir ini.
Berbicara tentang pendidikan agama dan moral, maka tak bisa dilepaskan dengan sistem pendidikan di pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, yang memiliki andil besar dalam membangun bangsa ini.
Sejarah telah membuktikan, betapa besar arti pentingnya pesantren dalam rentang perjalanan bangsa Indonesia pada zaman penjajahan. Pesantren telah melakukan kegiatan yang pada hakikatnya terpusat pada pengembangan sumber daya manusia, yang kemudian amat berperan pada pergerakan perjuangan untuk merebut kemerdekaan.
Sesuai dengan pendapat Wardiman Djojonegoro (1994) yang menyatakan bahwa pesantren telah membuktikan peranannya sebagai salah satu komponen bangsa dalam usaha menyediakan manusia Indonesia yang dibutuhkan pada era pra kemerdekaan. Sejarah juga menunjukkan banyak tokoh nasional dan internasional yang lahir dari lingkungan pesantren.
Di antara tokoh bangsa yang lahir dari perut pesantren adalah: (1) KH Sahal Mahfudz. Beliau menempuh pendidikan selain mengaji kepada orangtuanya sendiri juga di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Tsanawiyah, kemudian melanjutkan studi di Pesantren Bendo, Kediri dan Pesantren Sarang, Rembang. Sejumlah kursus pun pernah diikutinya, antara lain: kursus Bahasa Inggris, Administrasi, Manajemen, dan lain-lain.
(2) KH Hasyim Muzadi. Menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo, kemudian melanjutkan di IAIN Sunan Ampel, Malang, dan juga sempat nyantri di Pesantren Al-Anwar dan berguru langsung dari KH Abdullah Faqih dari Langitan, dan (alm) KH Anwar dari Bululawang, Malang.
(3) Prof DR A Mukti Ali. Alumni dari Pesantren Termas, Kediri, Pesantren Lasem dan Pandangan, Jawa Timur. Pernah nyantri di Pesantren Tarekat, Pandangan, Tuban. Kemudian melanjutkan di Sekolah Tinggi Islam (STI), Yogyakarta yang kemudian berubah menjadi UII.
Pernah belajar di Mekkah dan Madinah, kemudian melanjutkan di program Phd di Universitas Karachi, dan kemudian ia meneruskan studi di Institut of Islamic Studies, Me Gill University, Montreal, Kanada.
(4) Prof DR Ahmad Syafii Maarif. Beliau menempuh pendidikan di Madrasah Muallimin Muhammadiyah, Yogyakarta. Kemudian melanjutkan di Universitas Cokroaminoto, Surakarta dan IKIP Yogyakarta. Studi di Universitas Illinois Utara, mendapat gelar MA dalam bidang Ilmu Sejarah dari Universitas Ohio, AS, dan gelar Phd dalam bidang Ilmu Sejarah dari Universitas Chicago.
(5) DR HM Hidayat Nur Wahid MA. Setamat dari sekolah dasar negeri (SDN) di desanya, beliau melanjutkan study di Pondok Pesantren Ngabar, Ponorogo, Jawa Timur. Kemudian melanjutkan di Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor; IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta; dan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi (S1, S2, S3).
Kemudian, seperti Agus Salim, HOS Cokroaminoto, Kahar Muzakir, Ahmad Dahlan, Abdurrahman Wahid, Amin Rais, Din Syamsuddin, M Maftuh Basyuni, Mahfud MD, Jimly Assiddiqie, dan masih banyak lagi tokoh bangsa yang lahir dari proses pendidikan pesantren yang tidak cukup untuk disebutkan di sini.
Hal ini membuktikan bahwa pesantren mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas, berpengetahuan luas, berpikiran maju, berwawasan kebangsaan yang kuat, yang dibingkai dengan keimanan dan ketakwaan, sebagai motivasi utamanya. Karena itu, keberadaan pesantren memang sangat dibutuhkan, guna membenahi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian, keberadaan pesantren tidak bisa dilihat sebelah mata. Oleh karena itu, pemerintah hendaknya memberikan perhatian terhadap pengembangan dan pemberdayaan pesantren guna membangun budaya bangsa yang santun, cinta damai, ramah, religius, dan jauh dari praktek-praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, ataupun budaya makelar kasus (markus). Wallahu alam.

Posted in sosial | Leave a comment

Kehidupan Sosial Kita

Kalau mau bebas, tidak terikat dengan kehidupan sosial, tidak ada beban untuk saling mengunjungi, tidak ada beban untuk saling menanyakan, hiduplah dinegeri lain bukan di kampung sendiri. Kehidupam di kampung (tempat kelahiran) kita, menuntut untuk saling berbagi dan saling memberi. Apalagi kalau kita tinggal di desa, bahkan wilayah privat juga bisa menjadi miliki umum. Tapi kalau tinggal di negeri lain; kita tidak perlu repot-repot kenal dengan tetangga. Artinya beban sosialnya tidak sekuat tinggal di negeri sendiri, apalagi desa sendiri.

Manusia yang tinggal di wilayah orang lain (bisa di luar negaranya atau luar daerah asalnya), biasanya tuntutan untuk bersosialisasi lebih rendah. Apalagi tinggal dalam jangka waktu yang pendek atau tinggal tidak permanen. Tapi kita juga tidak bisa pukul rata kepada semua orang, ingat si Che yang malang melintang bolak-balik antar negara Amerika Latin untuk memompa semangat revolusi rakyat. Dia adalah warga dunia kali, bukan warga suatu negara.

Orang seperti Che tidak banyak, sebagain besar dari kita memiliki ikatan kuat dengan daerah asal. Fenomena mudik membuktikan. Sebagian kita akan tetap mencari: mana saudara kita, ikatannya bagaiamana, sekarang jadi apa, ada dimana, dan terusssss? Persoalannya sekarang, orang yang tidak tinggal di daerah asalnya sekian lama (sekolah/kuliah, kerja, dll) begitu pulang merasa teralienasi. Terkena sindrom disinherited masses?

Mudah-mudahan kita tidak mengalami sindrom ketercerabutan dari lingkungan. Begitu pulang ke daerah asal, semua berubah: formasi sosial berubah, struktur sosial berubah, sahabat lama sudah punya teman baru, tetangga yang dulu dekat dengan kita sekarang sudah punya tetanggal yang lebih hangat lagi, dan..dan kita hanya bisa bernyanyi huphup hup hup hu up.

Kacian ya kalau ada orang yang hanya mengurung diri dikamar atau di rumah saja. Nah, kalau ini biasa di sebut sindrom Hikikimori.

Posted in sosial | Leave a comment

Kiloan Emas Raib Dibawa Kabur

Sebuah toko emas, di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/02/11) kemarin dibobol kawanan pencuri. Para pencuri yang masuk dengan cara menjebol bagian belakang toko, berhasil menjebol brankas berisi emas. Kiloan gram emas murni yang tersimpan dalam brankas raib dibawa kabur kawanan pencuri. Diperkirakan kerugian akibat pencurian ini mencapai ratusan juta rupiah.

Kawanan pencuri Toko Emas Mangunjaya, Bekasi ini  diduga kuat masuk dengan cara menjebol bagian belakang toko. Selain itu, kawanan pencuri juga menjebol brangkas dengan las listrik, dan mengakibatkan kiloan emas, yang diperkirakan senilai ratusan juta raib dibawa lari kawanan pencuri.

Awal perisitiwa tersebut diketahui oleh karyawan toko emas tersebut bernama Diah, terkejut saat membuka tokonya, karena brankas baja sudah dijebol dengan cara dilas.

Dari hasil identifikasi, petugas menemukan beberapa alat yang digunakan untuk menjebol brankas yang ditinggalkan kawanan pencuri. Kasusnya kini dalam penanganan Polres Bekasi Kabupaten.

Posted in kriminal | Leave a comment